Review dan Sinopsis Film Dune: Visual Mengagumkan


Dramakuy - Setelah sempat beberapa kali mengalami penundaan untuk dirilis ke layar lebar, film terbaru dari sutradara Denis Villeneuve berjudul ‘Dune’ akhirnya ditayangkan juga. Film ini merupakan adaptasi dari novel fiksi ilmiah klasik yang berjudul sama karya dari Frank Herbert yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1965.

Sutradara David Lynch sempat membuat adaptasi film layar lebar dari novel klasik ini. Sedangkan Dune tahun 2021 adalah adaptasi ketiga setelah film David Lynch di tahun 1984, dan miniseri Dune di tahun 2000.

‘Dune’ berkisah dengan mengikuti House of Atreides, salah satu dari beberapa faksi dinasti yang berada dalam naungan kerajaan besar atau Imperium. Duke Leto Atreides (Oscar Isaac) ditugaskan oleh Kaisar untuk mengambil alih planet Arrakis atau juga yang dikenal sebagai Dune, tempat penghasil dari bahan paling berharga di seluruh galaksi yang disebut sebagai ‘Melange’.

Duke Leto bersama dengan putranya Paul (Timothee Chalamet) dan selirnya Lady Jessica (Rebecca Ferguson) melakukan perjalanan ke rumah barunya tersebut dengan rasa khawatir, karena perintah dari Kaisar Imperium itu menempatkan mereka pada konflik langsung dengan saingan lama mereka, House of Harkonnen.


Sebelumnya kaum Harkonnen yang brutal telah berpuluh-puluh tahun mengelola planet gurun tersebut, lalu sekarang Baron Vladimir Harkonnen (Stellan Skarsgard) berencana mendapatkan kembali sumber kekayaannya tersebut dengan cara apapun bahkan jika itu berarti harus memusnakan House of Artreides.

Di sisi lain, Paul Atreides yang ditakdirkan harus pergi ke planet Arrakis mulai mendapat penglihatan, visinya yang ia lihat tersebut akan membawanya ke dalam takdir besar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Berlatar ribuan tahun di masa depan, ‘Dune’ menyajikan cerita yang menyentuh banyak tema, dari mulai sistim politik, religi, ekonomi, budaya, sosial dan bahkan masalah ekologi yang terjadi dalam masyarakat antar bintang.


Selain dipenuhi tema yang beragam, ‘Dune’ juga dipenuhi dengan karakter dan lokasi yang saling bertautan, oleh karena itu ‘Dune’ akan menjadi bagian pertama semacam pengantar yang menjelaskan kepada audiens tentang berbagai karakter yang terlibat, tempat dan kejadian serta terminologi agar audiens lebih mudah memahami dinamika dan aturan yang terjadi di dalam alam semesta ‘Dune’.

Penjelasan tersebut memudahkan kita untuk mengikuti perjalanan seorang pemuda untuk menemukan jati dirinya, identitas sejatinya dan yang paling terpenting adalah menemukan takdirnya yang diyakini banyak orang akan membawa keselamatan bagi dunia di masa depan.

‘Dune’ memuat cerita yang cukup mendetail dengan banyak momen pengembangan narasi dan tentunya juga ditambah adegan-adegan pengembangan karakter di dalamnya. Penting bagi para audiens untuk mengenal karakter-karakter yang ada dan apa yang mereka alami.

Selain itu juga banyak sejumlah potongan teka-teki yang harus dijelaskan, karena itu ada beberapa momen dalam film yang berjalan lambat di mana dalam momen-momen yang terasa panjang dan melambat itu berfungsi agar detail yang terjadi bisa tersampaikan dengan baik kepada penonton sehingga pemahaman keseluruhan narasi dapat tercapai dengan utuh.


Sementara itu Timothee Chalamet berhasil menghidupkan karakternya dengan membangun emosi-emosinya dalam film di saat-saat yang tepat. Ia cukup sukses membangun karakternya secara berlapis dari mulai sebagai remaja yang polos dan kemudian terus berkembang sebagai pemuda yang tegas dan tak ragu maju melangkah.

Berbagi banyak adegan bersama, Chalamet dan Rebecca Ferguson saling melengkapi dengan sempurna. Chemistry keduanya terbangun cukup apik, Ferguson tampil menawan sebagai karakter yang kompleks yang menunjukkan kepada kita sebagai pribadi yang terus menerus berkonflik antara tugasnya sebagai seorang ibu, dan juga sebagai seorang Bene Gesserit (ordo wanita mistik).

Selain keduanya yang tampil menonjol, karakter pendukung lainnya membawa kepada audiens penampilan yang bisa menambah kepada kedalaman narasi, Stellan Skarsgard tampil mengejutkan sebagai Baron dari Harkonnen yang kejam, dingin sekaligus brutal.

Tak ketinggalan penampilan dari Josh Brolin dan Jason Momoa juga terlihat menyegarkan, mereka berdua tampil penuh daya energik dan kadang penuh humor. Juga penampilan dari Sharon Duncan-Brewster sebagai Liet Kynes yang misterius dan mencuri perhatian.

‘Dune’ pun secara visual tampil memukau, desain set dan kostumnya mengikuti desain geometris dengan cara-cara futuristik dipadukan dengan kerumitan desain yang kuno. Film ini merupakan dunia yang kaya imajinasi yang menggabungkan estetika kuno tadi dengan teknologi futuristik yang elegan sehingga menghasilkan lingkungan yang menakjubkan dan imersif.

Dari mulai ganasnya padang pasir yang tak berujung, cacing pasir raksasa atau kemegahan rumah penguasa memanjakan mata penonton. Visual yang unik itu juga didukung dengan baik oleh musik dan score dari Hanz Zimmer.

Zimmer yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Villeneuve dalam ‘Blade Runner 2049’ memadukan suara megah dengan gaya rock dan opera yang mengejutkan. Hanz Zimmer mampu membuat score dan musik ini tak hanya sekedar pelengkap tapi juga menjadi bagian daya dukung yang melengkapi tak hanya secara visualnya tapi juga secara narasi.

Villeneuve tidak sekedar menyajikan narasi kompleks dengan banyak karakter, tema dan terminologi dan menyampaikannya ke potongan-potongan adegan berlatar masa kini, masa lalu atau masa depan atau sesekali menyajikan potongan adegan penuh teka-teki. Tapi ia juga membawa audiens pada gaya penceritaannya tersebut melalui penyajian audio visual yang penuh keterikatan dengan audiens.

Director: Denis Villeneuve

Cast: Timothee Chalamet, Oscar Isaac, Rebecca Ferguson, Stellan Skarsgard, Dave Bautista, Josh Brolin, Jason Momoa, Zendaya, Javier Bardem, Sharon Duncan-Brewster

Duration: 155 minutes

Score: 7.5/10

Tidak ada komentar untuk "Review dan Sinopsis Film Dune: Visual Mengagumkan"